Untuk memahami Islam secara sungguh-sungguh, kita dituntut bukan saja mengkaji sisi-sisi normatifnya tetapi juga empiriknya. Mengkaji sisi empirik berarti menyimak secara kritis pengalaman umat Islam dalam kehidupan nyata. Karena itu, ilmu-ilmu sosial dan humaniora, betapapun kurang memuaskan, akan tetap berguna bagi pemahaman Islam. Dengan kata lain, pemahaman tekstual dan kontekstual merupaka…
Indeks : hlm.165-171