Buku ini mengkaji sikap-sikap Suromenggolo sebagai seorang warok, tokoh masyarakat dan warga negara yang baik terutama menghadapi perubahan sosial dan politik di masyarakat dan sejauhmana Suromenggolo telah melakukan ketiga peran tersebut, tentu dalam konteks untuk kemajuan bangsa sehingga para penerus generasi dapat mengikuti keteladanan beliau dan berbangga karenanya.
Hukum Islam tidak memberikan batasan bagi satu metode tertentu untuk memilih dan mengangkat kepala negara. Kenyataan ini bukan kebetulan tapi ini tentu didasari tujuan yang agung, yakni agar tidak menjadi kesulitan (haraj) bagi umat manusia. Agar manusia dapat memilih pemimpin mereka berdasarkan metode yang sejalan dengan tuntutan zaman dan waktu, selama tidak keluar dari batas syariat. Materi …
Judul asli: Religion and political development