Isi buku ini diawali dengan pendahuluan selanjutnya di bagian dua membahas tentang sumber teori. Di bagian tiga membahas tentang esai sastra dilanjutkan dengan kritik cerpen dan di bagian lima tentang kritik sajak. Pembahasan terakhir yaitu tentang kritik sinetron.
Kritik sastra sesungguhnya senada dengan orang sedang membuka jendela kaca. Tentu saja sebelum membuka, diperlukan kunci dan mungkin juga kacamata yang tepat. Jendela dunia ini sering masih tersamar, abu-abu dan belum transparan dalam karya sastra. Kaca di jendela pun ada yang terkena debu, ada yang tipis, tebal dan ada yang retak. Jendela kaca, telah banyak disingkap oleh beberapa ahli kritikā¦