Skripsi
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pokok bahasan pecahan kelas VII MTsN Karangrejo Tulungagung tahun ajaran 2009/2010
Skripsi dengan judul “Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Pokok Bahasan Pecahan Kelas VII MTsN Karangrejo, Tulungagung Tahun Ajaran 2009/2010†ini ditulis oleh Femi Indrawati dibimbing oleh Maryono, M. Pd.
Kata kunci: Analisis Kesalahan, Soal Matematika Pokok Bahasan Pecahan
Penelitian dalam skripsi ini di latarbelakangi oleh sebuah fenomena bahwa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan Sumber Daya Manusia (SDM) dewasa ini merupakan sasaran pembangunan nasional. Dalam penyiapan pembangunan keduanya, ilmu dasar yang mendukungnya adalah matematika. Oleh karena itu penguasaan terhadap matematika bagi seluruh siswa perlu ditingkatkan demi kelangsungan hidup di masa yang akan datang. Diantaranya mengenai penguasaan operasi hitung dasar pada matematika yang dalam penelitian ini akan menganalisis kesalahan siswa dalam matematika pokok bahasan pecahan. Dimana materi pecahan itu merupakan materi dasar yang harus dikuasai siswa. Selain itu matematika khususnya pokok bahasan pecahan ini sangat penting di mana dalam Al-Qur’an disebutkan pada surat An-Nisa’ ayat 11, 12, dan 176 yaitu tentang Faraidh.
Dalam penelitian ini perumusan masalahnya adalah (1) Bentuk kesalahan apa saja yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal pecahan serta proporsi masing-masing kesalahan? (2) Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pecahan? (3) Bagaimana alternatif untuk mengatasi terjadinya kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pokok bahasan pecahan?
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal pecahan serta proporsi masing-masing kesalaha, faktor penyebab terjadinya kesalahan siswa dalam penyelesaian soal tersebut dan untuk mendapatkan informasi atau masukan upaya pemecahan untuk mengatasi erjadinya kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal pecahan tersebut.
Skripsi ini bermanfaat untuk pengayaan wawasan penulis khususnya dan sebagai penambahan khazanah ilmiah bidang pendidikan matematika dan pengembangan intelektualitas, menyadarkan siswa tentang kesalahan siswa yang telah diperbuat sehingga kesalahan yang sama tidak akan terjadi lagi dan memberikan informasi kepada guru tentang letak kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam menyelesaikan pecahan, sehingga dapat memperbaiki metode pengajarannya.
Metode yang digunkan dalam penelitian ini adalah metode tes untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pecahan yang diteliti, metode observasi, interview dan dokumentasi untuk mengetahui informasi serta menggalinya lebih jauh mengenai subjek yang diteliti, baik guru sarana dan prasarana serta siswa yang melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal pecahan.
Setelah penulis mengadakan penelitian dengan menggunakan beberapa metode di atas dan memberikan analisisnya, maka dapat disimpulkan bahwa proporsi kesalahan siswa kelas VII F MTsN Karangrejo tahun ajaran 2009/2010 dalam menyelesaikan soal pokok bahasan pecahan adalah 51,52% kesalahan konsep, 40,83% kesalahan prinsip, 7.63% kesalahan fakta, dan 0% kesalahan keterampilan Kesalahan konsep merupakan kesalahan terbesar yang dilakukan oleh siswa. Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan siswa dalam mengerjakan soal matematika pada pokok bahasan pecahan adalah: Sebagian besar siswa melakukan kesalahan dikarenakan kebingungan dalam menyelesaikan soal (lupa konsep), siswa kurang teliti dalam mengerjakan soal, belajarnya kurang maksimal yaitu hanya membaca catatan tanpa latihan mengerjakan soal dari buku lain, ada pula belajarnya kurang maksimal dikarenakan kesehatan badan menurun (sakit), ada yang dikarenakan kesulitan mencari KPK.
Alternatif pemecahan untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan siswa sebagai berikut: (a) Siswa yang belum bisa (lambat dalam belajar) dapat belajar kelompok dengan siswa yang pandai sebaiknya membantu temannya yang lambat dalam belajar, (b) Seharusnya siswa dalam belajar matematika/pecahan tidak hanya dibaca, melainkan mencoba mengerjakan soal, sehingga siswa lebih memahami konsep pecahan, (c) Seharusnya siswa memperlancar operasi hitung dasar sebagai bekal untuk memahami konsep pecahan, (d) Seharusnya siswa membiasakan diri untuk disiplin belajar, sehingga tidak malas belajar, (e) Seharusnya siswa membiasakan diri mengecek kembali soal dan jawaban setelah selesai dikerjakan, (f) Seharusnya materi yang sudah dijelaskan guru sudah benar-benar dikuasai, (g) Seharusnya orang tua lebih memperhatikan saat anak belajar, dan membantu apabila anak mengalami kesulitan dalam belajar.
Tidak tersedia versi lain