Skripsi
Peran Pos Bantuan Hukum Bagi Pencari Keadilan Di Pengadilan Agama Tulungagung
PERAN POS BANTUAN HUKUM BAGI PENCARI KEADILAN
DI PENGADILAN AGAMA TULUNGAGUNG KELAS 1.A
Masfupawati, Diyah, NIM : 3222083007, 2012, “Peran Pos Bantuan Hukum Bagi Pencari Keadilan di Pengadilan Agama Tulungagung Kelas 1.Aâ€, Skripsi, Program Studi Ahwal Al-Syakhsiyah, Jurusan Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung, Dosen Pembimbing oleh H. M. Darin Arif Mualifin, SH.,M.Hum.
Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Pos Bantuan Hukum sebagai lembaga bantuan hukum yang difasilitasi oleh negara yang bertempat di Pengadilan Agama Tulungagung. Keberadaannya yang masih baru dan menjadi lembaga yang penting bagi pemenuhan atas akses terhadap keadilan, menjadikan Pos Bantuan Hukum menarik untuk diteliti. Selain itu, dari seluruh Pengadilan Agama se-Jawa Timur, masih ada 4 (empat) PengadilanAgama yang membentuk Pos Bantuan Hukum sebagiamana yang diamantkan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pemberian Bantuan Hukum.
Rumusan masalah yang dalam penulisan skripsi ini adalah: (1) Bagaimana pelaksanaan Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Tulungagung? (2) Bagaimana persepsi petugas Pos Bantuan Hukum, pegawai Pengadilan Agama Tulungagung dan pencari keadilan tentang Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Tulungagung? (3) Apa kendala pelayanan Pos Bantuan Hukum kepada para pencari keadilan di Pengadilan Agama Tulungagung?
Adapun yang menjadi tujuan penelitiann dalam hal ini adalah: (1) Mengetahui pelaksanaan Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Tulungagung. (2) Mengetahui persepsi petugas Pos Bantuan Hukum, pegawai Pengadilan Agama Tulungagung dan pencari keadilan tentang Pos Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Tulungagung. (3) Mengetahui kendala pelayanan Pos Bantuan Hukum kepada para pencari keadilan di Pengadilan Agama Tulungagung.
Metode penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam metode ini, peneliti sebagai instrumen kunci. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dipakai meliputi: observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk menemukan keadaan dan situasi yang sesungguhnya. Wawancara digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi dari nara sumber. Sedangkan dokumentasi digunakan untuk menambah keakuratan informasi yang telah dikumpulkan.
Tidak tersedia versi lain