Skripsi
A Constructive Study Of Imperative Sentence In English And Javanese Language
Ernawati, Ike Apriliana. NIM. 3213073055. Tahun 2011. Studi Tentang Perbedaan Kalimat Perintah dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa. Sripsi. Program Pendidikan Bahasa Inggris. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung. Pembimbing: Sukarsono. M.Pd.
Kata kunci: Kalimat Perintah dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa
Bahasa adalah sistem komunikasi yang digunakan oleh banyak orang didalam kehidupan sosial. Dalam kehidupan, manusia tidak hanya menguasai bahasa pertamanya tapi juga bahasa keduanya. Bahasa pertama yang penulis maksud disini adalah bahasa Jawa dan bahasa kedua adalah bahasa Inggris. Sebagai makhluk social, manusia pernah membutuhkan bantuan orang lain. Mereka dapat mengungkapkan permintaannya menggunakan bahasa yang sopan. Kalimat yang digunakan oleh mereka untuk memberikan perintah disebut kalimat perintah. Kalimat perintah mempunyai banyak fungsi, seperti sebagai permintaan, undangan, larangan dan sebagainya. Tetapi, penulis hanya memfokuskan penelitiannya pada kalimat perintah yang digunakan dalam filem “Honey Dance†dan ludruk “Pangeran Diponegoro†berdasarkan fungsi dan penandanya.
Penulis mengambil data dari filem “Honey Dance†dan ludruk “Pangeran Diponegoro†berdasarkan beberapa alasan: 1) Naskah percakapan pada filem ini mudah untuk dipahami dan menggunakan kalimat sederhana. 2) Filem ini berisi berbagai macam kalimat perintah. 3) Kalimat-kalimat dalam ludruk menggunakan kalimat sederhana yang mudah untuk dipahami. 4) Ludruk mempunyai cerita tentang perjuangan Pangeran Diponegoro pada masa lampau. Jadi penulis tidak hanya ingin menganalisis percakapannya tetapi juga untuk mengetahui sejarah perjuangan salah satu pahlawan Indonesia dimasa lampau.
Rumusan masalah penelitian ini adalah: 1) Apakah persamaan kalimat perintah dalam bahasa Inggris dan bahasa Jawa berdasarkan pada fungsi dan penandanya? 2) Apakah perbedaan kalimat perintah dalam bahasa Inggris dan bahasa Jawa berdasarkan pada fungsi dan penandanya?
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Menemukan persamaan kalimat perintah dalam bahasa Inggris dan bahasa Jawa berdasarkan fungsi dan penandanya. 2) Menemukan perbedaan kalimat perintah dalam bahasa Inggris dan bahasa Jawa berdasarkan fungsi dan penandanya.
Metode penelitian dalam penelitian ini adalah: 1) Menggunakan penelitian kualitatif. 2) Data diperoleh dari filem dan ludruk. 3) Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. 4) Teknik analisa data yang digunakan adalah metode analisa perbedaan.
Hasil dari penelitian ini, berdasarkan fungsi kalimat perintah dalam bahasa Inggris dan bahasa Jawa, persamaannya adalah: 1) untuk menyatakan perintah keduanya menggunakan katakerja perintah. 2) untuk menyatakan permintaan, keduanya menggunakan permintaan yang sopan. Bahasa Inggris menggunakan please dan bahasa Jawa menggunakan basa krama. 3) untuk menyatakan nasehat, keduanya menggunakan harus untuk bahasa Inggris dan kudu untuk bahasa Jawa yang mempunyai makna sama. 4) untuk menyatakan larangan, keduanya menggunakan jangan untuk bahasa Inggris dan aja untuk bahasa Jawa.
Perbedaan dari keduanya berdasarkan fungsinya adalah: 1) untuk menyatakan perintah, bahasa Inggris menggunakan kata kerja perintah dan bahasa Jawa menggunakan kata kerja perintah ditambah dengan suffix {-a}, {-na}, {-ana}, dan {-en}. 2) bahasa Jawa ada kalimat perintah sebagai ajakan. 3) Untuk menyatakan nasehat, bahasa Iggris mempunyai ciri yang jelas untuk menunjukkan perintah, bahasa Jawa tidak selalu mempunyai cirri yang jelas, jadi harus memahami maksud kalimat terlebih dulu. 4) untuk menyatakan saran, bahasa Inggris menggunakan ayo sebagai ciri yang mempunyai makna sama dengan ayo dalam bahasa Jawa. Tapi ayo dalam bahasa Jawa termasuk dari kalimat perintah sebagai ajakan. 5) bahasa Inggris tidak mempunyai kalimat perintah sebagai harapan dan sindiran.
Berdasarkan penandanya dari kalimat perintah ini, persamaannya adalah: 1) untuk menyatakan permintaan, keduanya menggunakan penanda tolong. 2) untuk menyatakan nasehat, keduanya menggunakan penanda harus yang mempunyai maksud sama antara keduanya. 3) untuk menyatakan larangan, keduanya menggunakan penanda jangan yang mempunyai makna sama antara keduanya.
Perbedaan dari keduanya berdasarkan penandanya adalah: 1) bahasa Inggris tidak mempunyai penanda dalam perintah, sedangkan bahasa Jawa mempunyai penanda untuk menunjukkan perintah, yaitu adanya suffix {-a}, {-ana}, {-en} dan {-na}. 2) penanda yang digunakan dalam bahasa Jawa untuk menunjukkan ajakan adalah ayo dan mangga. Bahasa Inggris tidak ada penanda yang ditemukan. 3) Bahasa Inggris mempunayai penanda ayo untuk menunjukkan saran, tapi tidak ada penanda dalam bahasa Jawa. 4) bahasa Jawa mempunyai penanda untuk menunjukkan harapan dan sindiran, tapi bahasa Inggris tidak.
Tidak tersedia versi lain