Isi buku ini diawali dengan pendahuluan selanjutnya di bagian dua membahas tentang sumber teori. Di bagian tiga membahas tentang esai sastra dilanjutkan dengan kritik cerpen dan di bagian lima tentang kritik sajak. Pembahasan terakhir yaitu tentang kritik sinetron.
Buku ini berisi: 1) Pendahuluan 2) Budaya Populer, Sastra Populer dan Fiksi Populer 3) Memahami Novel dan Ilmu Naratif Populer 4) Antara Selera dan Nilai 5) Fiksi Populer dan Teori-Teori Interdisipliner 6) Pembaca, Penonton dan Fiksi Populer 7) Fiksi Populer dan Teori Genre 8) Metode dan Pendekatan.
Melalui pendekatan psikologi sastra, penulis mengajak pembaca untuk memahami bahwa di balik narasi politik dan sosial yang keras, tersimpan pergolakan batin yang sunyi namun mengguncang. Sastra Arab tidak hanya berbicara tentang kekerasan atau kehancuran, tetapi juga tentang mekanisme bertahan jiwa manusia, rasa bersalah, pengingkaran, dan kebutuhan akan pengakuan yang tak pernah sampai.
Secara sistematis, buku ini memuat XIV bab yang meliputi: 1) Pendahuluan 2) Studi sastra: studi sejarah pemikiran manusia 3) Model teori sosiologi sastra 4) Model & paradigma teori sosiologi sastra 5) Teori strukturalisme genetik 6) Teori estetika resepsi 7) Teori hegemoni dalam studi sastra 8) Teori feminisme 9) Humaniora dan hermeneutika 10) Budaya Indonesia dalam perspektif kawah candradimuk…
Buku ini akan berkontribusi terhadap penguatan metodologi penelitian sastra dengan fokus pada perspektif gender. Tujuannya adalah agar desain penelitian sastra mengalami penguatan, khususnya ketika perspektif gender digunakan sebagai lensa. Banyak mahasiswi dan mahasiswa yang belum memahami mindset dari metodologi penelitian itu sendiri. Apa sebetulnya meneliti, masih terpaku sekedar pada penye…