tetapi juga dari segi argumentasinya. Soroush menggunakan epistemologi penyusutan dan pengembangan dalam memahami agama, dan teori ini membedakan agama dengan pengetahuan keagamaan. Hampir semua pemikir berpendapat bahwa agama adalah wahyu Ilahi yang diturunkan kepada nabi-Nya melalui perantaraan malaikat. Pendapat ini mengandaikan nabi berada dalam posisi pasif. Berbeda dengan mereka, Soroush …
Buku ini lahir dari keprihatinan penulisnya atas fakta tiadanya pemikir yang coba mengkaji lebih jauh tentang Ibnu Rusyd dalam perbincangan filsafat maupun pemikiran Islam. Penulis buku ini mengkaji, mempertanyakan dan mengkritisi proposisi-proposisi Ibnu Rusyd. Untuk itu, penulis mengkaji lebih lanjut ihwal relasi syariat dan filsafat dari perspektif yang relatif lain, yakni teori interpretasi…
Aksin WIjaya, yang dikenal sebagai penulis profilik ini, membahas secara kritis isu-isu wacana Islam Nusantara, baik tentang gender, otoritas fatwa MUI, al-Qur’an dan relasinya dengan budaya lokal, maupun paradigma Islam antroposentris yang selama ini digagasnya. Analisisnya benar-benar berbeda dengan analisis para pemikir muslim lainnya yang konsen dengan isu-isu tersebut. Bahan bacaan yang …
Buku ini membahas unsur-unsur Ulum al-Qur’an dengan cara baru, mensistematisasinya serta mendiferensiasi antara wahyu, al-Qur’an, dan Mushaf Utsmani. Ketiga istilah itu menurut Aksin mempunyai makna yang berbeda, kendati menunjuk pada satu titik yang sama, yakni pesan Tuhan. Pesan Tuhan yang tersimpan di dalam ketiga istilah itu juga berbeda dari segi autentisitasnya, sehingga dia menawarka…