Data yang digunakan Sir Stamford Raffles untuk menulis sejarah Jawa tidak banyak memiliki nilai historis karena berasal dari tradisi Jawa belakangan. Kita harus menyusuri kembali prasasti-prasasti kuno yang bertebaran di Kepulauan Melayu, catatan-catatan kuno orang-orang Cina, dan kitab-kitab Jawa kuno yang berbahasa Kawi (seperti Nagarakretagama dan Pararaton) untuk bisa merekonstruksi periodeā¦